Langsung ke konten utama
ICT dalam Bidang Maritim, Logistik, da Transportasi.
Indonesia memang layak
disebut Negara Bahari, terbukti sejak lama melekat predikat itu ditandi dengan
lagu “Nenek Moyangku Seorang Pelaut.” Presiden Soekarno pun pernah berpesan
bahwa “Usahakanlah agar kita menjadi bangsa pelaut kembali. Ya, bangsa pelaut
dalam arti seluas luasnya. Bukan sekedar menadi jongos di Kapal. Tetapi bangsa
pelaut yang mempuanyai armada militer, bangsa laut yang kesibukannya di laut
menandingi irama gelombang laut itu sendiri.” Pada saat membuka Institut
Angkatan Laut pada tahun 1953 di Surabaya.Bukan hanya
memiliki luas lautan terbesar di dunia, Indonesia juga mempunyai ribuan pulau
besar dan kecil,dan juga kekayaan laut Indonesia juga melimpah. Perikanan dan
Kelautan bisa mengantarkan kejayaan Indonesia lewat kontribusinya sebesar
US$1,2 triliun untuk keuangan negara. Angkanya bahkan bisa mencapai US$1,8
triliun per tahun. Presiden Joko Widodo dan Wakilnya Jusuf Kalla bertekad
mengembalikan kejayaan sektor kelautan nusantara dengan cara menggali potensi
kelautan lewat konsep tol laut. Seperti ekosistem, ada banyak sekali faktor
yang bersentuhan dengan konsep ini, seperti sektor perikanan, infrastruktur,
transportasi, pergudangan, energi, kawasan industri, dan lainnya.
Dalam industri logistik, penggunaan sistem digital mulai
harus diterapkan diseluruh aktivitas mulai dari pergudangan, trucking,
pelabuhan dan transportasi pelayaran. Dan Indonesia saat ini sudah memasuki
revolusi industri 4.0 yang memanfaatkan teknologi berbasis digital. Beberapa
perusahaan logistik di Indonesia saat ini sudah mulai memanfaatkan teknologi
untuk membantu proses logistik di semua sektor, tak terkecuali pengiriman jalur
laut. Mulai dari pendataan muatan sampai pengajuan klaim atas asuransi, hampir
semuanya ditunjang oleh aplikasi pintar dan menjadi lebih transparan.Selain
proses pendataan, muatan juga harus dapat dilacak posisinya. Baik itu ketika
masih berada di depo atau tempat penumpukan petikemas, ketika beralih ke
pelabuhan, maupun ketika sudah terangkut di atas kapal atau sampai di pelabuhan
tujuan. “Setiap perusahaan saat ini sudah mempunyai aplikasi shipment tracking
tersendiri, spesifikasinya bergantung pada jasa pengangkutan yang ditawarkan
tiap-tiap perusahaan,” ujar profesional yang sudah sebelas tahun menekuni
bidang logistik tersebut.Barang
yang dikirim harus sampai tepat waktu dan menuju tempat yang ditentukan dalam
kondisi baik. Oleh karena itu urusan asuransi untuk muatan yang diangkut oleh
kapal terintegrasi, sebagaimana yang disampaikan oleh Claim Analyst PT
Kamadjaja Logistic. “Saat ini, urusan asuransi muatan dikerjakan menggunakan
aplikasi yang terintegrasi, sehingga proses pengajuan klaim terlaksana secara
online,” tuturnya.Selain
aplikasi untuk database, tracking dan klaim asuransi, perusahaan logistik juga
telah menerapkan teknologi informasi untuk perencanaan hingga jasa customer
service.Dengan berkembangnya
digitalisasi pada sistem logistik maritim, muncul berbagai tantangan yang harus
diselesaikan, mulai dari error pada sistem, data yang belum real time, serta
menjaga produktifitas, dan meningkatkan jasa pelayanan. Tantangan tersebut
menjadi peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan dan memperbaikinya. “Dunia
Logistik akan terus menjadi kebutuhan dalam dunia bisnis dengan ilmu dan
inovasi yang dinamis, untuk itu tetap semangat, terus berusaha dan
berkarya,”pungkas Ludfiyanti. Untuk merespon kegalauan yang meenerpa saat
melihat kondisi bisnis maritin, PPM Manajemen menggekar diskusi terkait
Pembenahan Sistem ICT untuk menekan biaya logistik.
Kondisi
ini tentu menuntut perubahan dari para pelaku usaha terkait kegiatan logistik. Inovasi teknologi yang terus
berkembang, era digitalisasi dan perdagangan global saat ini telah merubah
industri menuju ke era komputisasi sehingga bisnis layanan Logistik harus
segera menyesuaikan dalam kondisi ini. Langkah penyusuaian logistik harus
terintegrasi secara horizontal seperti proses supplier, sistem produksi serta
informasi yang canggih sampai distribusi serta vertikal melalui pengembangan
Produksi berbasis komputerisasi, dan operasi perencenaan berbasis IT.
Dunia
logistik akan terus menjadi kebutuhan dalam dunia bisnis dengan ilmu dan
inovasi yang dinamis, untuk itu tetap semangat, terus berusaha dan berkarya.
References
Ismadi, 2018. Nusantara Maritime News. [Online]
Available at: https://maritimenews.id/kadin-digitalisasi-dalam-industri-logistik-suatu-kebutuhan/
[Accessed 20 Desember 2018].
Nopember, I.
T. S., 2018. ITS Media Center. [Online]
Available at: https://www.its.ac.id/news/2018/11/26/digitalisasi-sektor-logistik-maritim-pada-revolusi-industri-4-0/https://www.ittelkom-sby.ac.id/https://ie.ittelkom-sby.ac.id/ Febryla Ausita Permata Abni
1203180016
Komentar
Posting Komentar